Sejarah
Menelusuri asal-usul dan perjalanan Desa Donohudan.
Asal-Usul Desa Donohudan
Berdasarkan keterangan sumber dan saksi hidup di Desa Donohudan, nama Donohudan berasal dari kata Donoyudo.
Konon, di sebelah selatan Desa Donohudan terdapat daerah bernama Pepe yang dipisahkan oleh Sungai Pepe. Daerah tersebut dipimpin oleh seorang Pangeran Pepe. Ketika diserang oleh Belanda, Pangeran Pepe terdesak dan gugur terbunuh.
Patih dari Pangeran Pepe yang bernama Donoyudo kemudian menyeberangi Kali Pepe dan melarikan diri ke daerah utara. Setelah menetap, ia memimpin daerah tersebut dan wilayah itu dinamakan Donoyudo, yang kini dikenal sebagai Donohudan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan keberadaan petilasan berupa gapura makam dan Makam Patih Donoyudo yang berlokasi di Dukuh Donohudan, Desa Donohudan.
Pembentukan Wilayah Pemerintahan
Pada masa pemerintahan Kepala Kelurahan R. Ronggo (Demang) Tomo Pranoto, Desa Donohudan memiliki 13 dukuh. Beliau dibantu oleh aparat kelurahan yang pada masa itu disebut bayan. Terdapat 3 orang bayan yang bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala kelurahan, masing-masing dengan wilayah tugas yang telah ditetapkan.
Sistem pembagian wilayah ini akhirnya berlanjut hingga sekarang. Saat ini, wilayah Desa Donohudan meliputi:
Daftar Kepala Desa Donohudan
| No | Periode | Nama Kepala Desa | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | 1921–1942 | R. Ronggo (Demang) Tomo Pranoto | — |
| 2 | 1942–1965 | Soemo Soetikno | — |
| 3 | 1965 | Samsiti Kismanyadi | — |
| 4 | 1965–1970 | Citro Suwarno | — |
| 5 | 1970–1974 | Mudjijono | — |
| 6 | 1974–1980 | Ibnoe Soegeng | Pj. Kepala Desa |
| 7 | 1980–1988 | H. Djaelani | — |
| 8 | 1988–1989 | Sarwono | Pj. Kepala Desa |
| 9 | 1989–1997 | H. Djaelani | — |
| 10 | 1997–1998 | Sarwono | Pj. Kepala Desa |
| 11 | 1998–2006 | Suratman | — |
| 12 | 2006–2013 | Sutrapsilo | — |
| 13 | 2013–2019 | Sumantiah | — |
| 14 | 2019–Sekarang | Rohmadi | — |